• 0877 7167 8813
dustra
  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Layanan Kami
    • Perizinan Konstruksi
      • Jasa Pengurusan SKK
      • Jasa Pengurusan SBU
    • Perizinan Ketenagalistrikan
      • Jasa Pengurusan SKTTK
      • Jasa Pengurusan SBUJPTL
    • Sertifikasi Sistem Manajemen
      • Jasa Sertifikasi ISO 9001:2015
      • Jasa Sertifikasi ISO 14001:2015
      • Jasa Sertifikasi ISO 45001:2018
      • Jasa Sertifikasi ISO 37001:2016
    • Legal Perusahaan
      • Jasa Pendirian PT
      • Jasa Pengurusan NIB
  • Artikel
  • Kontak Kami

Proses Monitoring, Pengukuran, dan Evaluasi dalam ISO 45001

  • Beranda
  • Proses Monitoring, Pengukuran, dan Evaluasi dalam ISO 45001
apa itu iso 45001
  • August 27, 2024
  • Admin

ISO 45001 merupakan standar yang dibuat untuk meningkatkan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di Indonesia. Oleh karena itu, agar implementasi ISO 45001 dapat berjalan secara efektif organisasi harus melakukan monitoring, pengukuran, dan juga evaluasi. Pemantauan, pengukuran, analisis, dan evaluasi kinerja kesehatan dan keselamatan dilakukan melalui pengumpulan data keselamatan dan informasi keselamatan dari berbagai sumber yang biasanya tersedia untuk organisasi. Untuk lebih memahami terkait monitoring, pengukuran, dan evaluasi ini, mari simak penjelasan klausul 9.1.1 berikut ini.

Klausul 9.1.1 General – Monitoring and Measurement

Dalam klausul 9.1.1 secara spesifik membahas terkait monitoring, pengukuran, dan evaluasi dalam standar ISO 45001. Organisasi harus menentukan apa yang perlu dipantau dan diukur. Hal ini mencakup penentuan kriteria yang akan digunakan untuk mengevaluasi kinerja kesehatan dan keselamatan, termasuk indikator-indikator yang sesuai. Pengukuran kinerja merupakan bagian penting dari sistem manajemen keselamatan dan kesehatan, berikut tujuan utama dari pengukuran kinerja ISO 45001

  1. Menentukan apakah kebijakan dan rencana keselamatan dan kesehatan telah dilaksanakan dan dicapai.
  2. Memeriksa apakah langkah-langkah pengendalian risiko telah diterapkan dan efektif.
  3. Belajar dari kegagalan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan, termasuk kejadian berbahaya (insiden, kecelakaan, dan kasus-kasus kesehatan yang buruk).
  4. Mendorong implementasi yang lebih baik dari rencana dan pengendalian risiko dengan memberikan umpan balik kepada semua pihak.
  5. Memberikan informasi yang dapat digunakan untuk meninjau dan, jika perlu, meningkatkan aspek-aspek sistem manajemen kesehatan dan keselamatan.
  6. Meninjau proses pemantauan dan pengukuran secara berkala untuk memastikan bahwa proses tersebut tetap sesuai dan efektif, serta mengarah pada peningkatan sistem manajemen kesehatan dan keselamatan yang berkelanjutan.

Proses Monitoring, Pengukuran, dan evaluasi ISO 45001

Pemantauan, pengukuran, analisis, dan evaluasi ISO 45001 merupakan aspek mendasar dari sistem manajemen K3 yang efektif. Proses ini membantu organisasi mengidentifikasi bidang-bidang yang perlu ditingkatkan, melacak kemajuan, dan memastikan kepatuhan terhadap tujuan K3 dan persyaratan hukum. Berikut adalah bagaimana organisasi dapat melaksanakan proses ini secara efektif

  1.  Menetapkan indikator kinerja utama

Mengidentifikasi KPI yang relevan yang mencerminkan tujuan kinerja K3 organisasi. KPI dapat mencakup tingkat insiden, pelaporan nyaris celaka, kepatuhan terhadap peraturan keselamatan, dan efektivitas program pelatihan keselamatan.

  1.  Pengumpulan dan pemantauan data

Kumpulkan data yang terkait dengan kinerja K3 secara teratur. Data ini dapat mencakup laporan insiden, temuan inspeksi keselamatan, umpan balik dari karyawan, dan catatan kepatuhan, terapkan proses yang sistematis untuk pengumpulan dan peninjauan data.

  1. Pengukuran kinerja

Gunakan data yang terkumpul untuk mengukur kinerja K3 terhadap KPI dan tujuan yang telah ditetapkan. Pengukuran ini harus memberikan gambaran yang jelas tentang bagaimana kinerja organisasi dalam hal keselamatan dan kesehatan

  1.  Analisis dan evaluasi

Menganalisis data untuk mengidentifikasi tren, pola, dan area yang perlu ditingkatkan. Mengevaluasi akar penyebab insiden, kejadian nyaris celaka, dan masalah-masalah ketidakpatuhan yang mendasari masalah.

  1. Perbandingan

Bandingkan kinerja K3 organisasi Anda dengan tolok ukur industri atau praktik terbaik. Pembuatan tolok ukur dapat membantu mengidentifikasi area-area di mana organisasi dapat meningkatkan kinerja keselamatannya

  1. Tinjauan manajemen

Lakukan tinjauan kinerja K3 secara berkala di tingkat manajemen. Tinjauan ini harus melibatkan manajemen puncak dan pemangku kepentingan yang relevan untuk menilai efektivitas sistem manajemen K3

  1. Tindakan korektif dan pencegahan

Berdasarkan analisis dan evaluasi, lakukan tindakan perbaikan dan pencegahan untuk mengatasi masalah yang teridentifikasi dan meningkatkan kinerja K3, mengimplementasikan rencana tindakan dan melacak kemajuan

  1. Komunikasi

Mengkomunikasikan hasil dan tren kinerja K3 kepada semua pemangku kepentingan terkait dalam organisasi, termasuk karyawan, supervisor, dan manajemen. Transparansi adalah komunikasi yang sangat penting untuk menumbuhkan budaya keselamatan.

  1. Keterlibatan karyawan

Mendorong karyawan untuk berpartisipasi aktif dalam memantau dan melaporkan masalah K3. Ciptakan budaya di mana karyawan merasa nyaman untuk melaporkan insiden, kejadian nyaris celaka, dan memberikan saran perbaikan.

  1.  Dokumentasi

Menyimpan catatan data kinerja K3, analisis, evaluasi, dan tindakan yang diambil. Dokumentasi yang tepat sangat penting untuk akuntabilitas dan kepatuhan.

  1. Peningkatan berkelanjutan

Mempromosikan budaya perbaikan berkelanjutan dengan menggunakan informasi yang diperoleh dari pemantauan dan analisis untuk melakukan peningkatan berkelanjutan pada sistem manajemen K3

  1.  Kepatuhan hukum dan peraturan

Memastikan bahwa organisasi mematuhi semua hukum, peraturan, dan standar K3 yang relevan. Pemantauan dan evaluasi secara berkala membantu mengidentifikasi dan mengidentifikasi kembali masalah ketidakpatuhan.

  1. Audit internal dan eksternal

Melakukan audit internal dan penilaian terhadap sistem manajemen K3 untuk memverifikasi keefektifannya. 

  1. Pelaporan

Menyiapkan laporan kinerja K3 secara berkala untuk merangkum temuan, kemajuan, dan perbaikan. Ketahui juga pentingnya keselamatan dan kesehatan kerja dalam perusahaan

Segera dapatkan Promo Terbaik Kami!

+62 877 7167 8813
Kirim Email

Tags:

apa itu iso 45001sistem manajemen k3 adalahstandar iso 45001tujuan sistem manajemen k3
Pengaruh Perubahan Peraturan pada Bisnis Konstruksi
Proses dan Manfaat Sertifikasi ISO 37001 untuk Organisasi!

Recent Posts

  • Apa Itu SBU Konstruksi dan Mengapa Wajib Dimiliki oleh Perusahaan?
  • Strategi Meningkatkan Kredibilitas Perusahaan Konstruksi dengan Sertifikasi ISO
  • Mengapa Audit Internal Menjadi Kewajiban dalam Standar ISO? Ini Penjelasannya!
  • Tantangan Umum dalam Implementasi ISO 9001 dan Cara Mengatasinya
  • Strategi Continuous Improvement dalam Efisiensi Operasional Perusahaan

Recent Comments

No comments to show.

Recent Posts

  • Apa Itu SBU Konstruksi dan Mengapa Wajib Dimiliki oleh Perusahaan?
  • Strategi Meningkatkan Kredibilitas Perusahaan Konstruksi dengan Sertifikasi ISO
  • Mengapa Audit Internal Menjadi Kewajiban dalam Standar ISO? Ini Penjelasannya!
  • Tantangan Umum dalam Implementasi ISO 9001 dan Cara Mengatasinya
  • Strategi Continuous Improvement dalam Efisiensi Operasional Perusahaan

Recent Comments

No comments to show.

Category

  • Analisis SWOT (1)
  • Blog (6)
  • BUJK (2)
  • Infrastruktur hijau (1)
  • Internal audit ISO (1)
  • ISO 14001 (6)
  • ISO 22301 (1)
  • ISO 37001 (4)
  • ISO 45001 (7)
  • ISO 9001 (9)
  • Jasa Pendirian PT (1)
  • K3 (1)
  • Kaizen (1)
  • kebijakan keuangan 2025 (1)
  • Kontrak EPC (1)
  • Lean construction (1)
  • Manajemen Proyek (8)
  • Manajemen tenaga kerja (1)
  • Pencemaran lingkungan (1)
  • Pendirian PT (1)
  • Pengadaan Barang dan Jasa (1)
  • Pengembangan Karyawan (1)
  • Pengendalian Manajemen (1)
  • pengurusan sbu (3)
  • Perizinan konstruksi (2)
  • PP No.14 Tahun 2021 (1)
  • Regulasi K3 (1)
  • SBU Konstruksi (26)
  • Sertifikasi ISO (5)
  • SKK Konstruksi (3)
  • SKTTK (1)
  • Standar ISO (6)
  • Strategi Manajemen Aset (1)
  • Tender Proyek (2)
  • Uji Kelayakan Hidup (1)
  • UU Cipta Kerja (1)

Tags

apa itu iso 14001 apa itu sbu konstruksi Apa itu sertifikat badan usaha jasa konstruksi? Apa itu SKK level 7? Apa jenis kontrak yang paling umum digunakan dalam proyek? Apa peran K3 dalam bidang jasa konstruksi? Apa saja empat jenis kontrak? Apa saja jenis proyek konstruksi? Bagaimana ISO 37001 membantu organisasi dalam mengatasi penyuapan? contoh sertifikat badan usaha jasa konstruksi​ implementasi iso 9001 industri konstruksi industri konstruksi indonesia iso 9001 jasa konstruksi jasa konstruksi adalah jenis sertifikat badan usaha jasa konstruksi kebijakan keuangan 2025 kebijakan pemerintah indonesia kontrak proyek konstruksi manajemen proyek manajemen proyek konstruksi manfaat iso 14001 meningkatkan efisiensi operasional proyek pembangunan infrastruktur hijau penerapan iso 14001 di perusahaan pengertian kontraktor pengurusan sbu peran regulasi k3 perkembangan industri jasa konstruksi di indonesia perusahaan konstruksi proyek konstruksi Regulasi apa yang mengatur K3? sbu jasa konstruksi sektor konstruksi sertifikasi iso sertifikat badan usaha sertifikat kompetensi kerja sistem k3 sistem manajemen anti penyuapan sistem manajemen lingkungan iso 14001 skk jenjang 7 skk konstruksi standar keselamatan kerja tujuan manajemen proyek

Kontak Kami

Jl. Moh. Kahfi 1 No.27F Kel. Cipedak Kec. Jagakarsa Kota Administrasi Jakarta Selatan – DKI Jakarta 12630.

  • +62 877 7167 8813
  • marketing@konsultankatigaindonesia.com

Layanan Kami

  • Jasa Pengurusan SKK
  • Jasa Pengurusan SBU
  • Jasa Pengurusan SKTTK
  • Jasa Pengurusan SBUJPTL

Kantor Kami

© 2022 PT. Konsultan Katiga Indonesia

dustra