• 0877 7167 8813
dustra
  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Layanan Kami
    • Perizinan Konstruksi
      • Jasa Pengurusan SKK
      • Jasa Pengurusan SBU
    • Perizinan Ketenagalistrikan
      • Jasa Pengurusan SKTTK
      • Jasa Pengurusan SBUJPTL
    • Sertifikasi Sistem Manajemen
      • Jasa Sertifikasi ISO 9001:2015
      • Jasa Sertifikasi ISO 14001:2015
      • Jasa Sertifikasi ISO 45001:2018
      • Jasa Sertifikasi ISO 37001:2016
    • Legal Perusahaan
      • Jasa Pendirian PT
      • Jasa Pengurusan NIB
  • Artikel
  • Kontak Kami

10 Kesalahan Umum Implementasi ISO 9001:2015

  • Beranda
  • 10 Kesalahan Umum Implementasi ISO 9001:2015
implementasi iso 9001
  • September 24, 2024
  • Admin

Menerapkan standar ISO 9001:2015 merupakan salah satu langkah awal yang diambil organisasi untuk menciptakan sistem manajemen mutu. Namun, sangat disayangkan bahwa sebagian besar organisasi gagal menerapkan perubahan yang ditentukan oleh standar ini dalam jangka panjang. Jika organisasi Anda menghadapi tantangan dan hambatan dalam melakukan penerapan sistem manajemen mutu. Berikut 10 kesalahan umum dalam implementasi ISO 9001 dan tips penting terhindar dari kesalahan tersebut.

Kesalahan Umum Implementasi ISO 9001:2015

Dalam melakukan penerapan sistem manajemen mutu ISO 9001 umumnya terdapat sejumlah kesalahan yang dapat menghambat kegiatan implementasi, seperti : 

  1. Manajemen puncak tidak berkomitmen terhadap sistem ISO 9001. 

Jika manajemen puncak tidak terlibat dalam kualitas, jika mereka tidak menyediakan sumber daya dan mekanisme untuk merencanakan, mengendalikan dan meningkatkan produk, layanan dan proses mereka, ISO 9001 tidak dapat dipertahankan dari waktu ke waktu. Oleh karena itu, sangat penting bagi manajemen puncak untuk mengambil keputusan yang menunjukkan bahwa kualitas, peningkatan, dan kepuasan pelanggan.

  1. Tidak melatih personil kunci dalam ISO 9001

Tidak mengetahui apa itu ISO 9001 bisa menjadi kesalahan besar. Penting bagi organisasi untuk melatih personel kunci (seseorang yang memiliki peran dalam pengambilan keputusan) tentang ISO 9001, agar dapat memahami apa sebenarnya ISO 9001 itu dan apa yang dibutuhkan. Tidak mengetahui atau memahami ISO 9001 dapat membawa organisasi ke dalam kekecewaan dan keputusasaan.

  1. Tidak melatih semua personel

Setiap orang harus menerima pelatihan tentang aspek kualitas yang penting dari kegiatan dan proses yang mereka kerjakan. Setiap orang harus memahami pentingnya kualitas dan bagaimana mereka dapat mencapainya. Pelatihan harus sesuai dengan tanggung jawab mereka dan aktivitas yang mereka lakukan.

  1. Membuat sistem menjadi rumit

Jika organisasi bekerja untuk menjaga agar sistem tetap hidup, itu adalah tanda bahwa sistem tersebut terlalu rumit dan semua prosedur tidak memberikan nilai tambah bagi organisasi. Sistem manajemen mutu harus dibuat sederhana dan praktis, dan harus fokus pada hasil dan perbaikan, dan bukan pada dokumen.

  1. Tidak menggunakan proses tindakan korektif dengan benar

Organisasi perlu meluangkan waktu untuk menyelidiki masalah mereka dan melibatkan orang yang tepat dalam proses investigasi. Sebagian besar masalah bersifat berulang, sehingga menggunakan proses tindakan korektif dengan benar akan mengurangi atau menghilangkan pengulangan masalah tersebut.

  1. Tidak mengetahui apa yang diinginkan pelanggan

jIka organisasi tidak meluangkan waktu untuk mendengarkan pelanggan, mereka tidak akan dapat mencapai tujuan ini. Survei yang panjang dan rumit tidak diperlukan atau tidak disarankan, hanya dengan mengajukan beberapa pertanyaan kunci akan memberikan informasi yang cukup bagi organisasi untuk menentukan dan merencanakan perubahan yang bertujuan untuk memenuhi tujuan ini.

  1. Tergesa-gesa dalam proses implementasi

Untuk membangun sistem manajemen ISO 9001 yang solid membutuhkan kerja keras dan waktu, mencoba menerapkan sistem dalam waktu singkat akan menjadi kontraproduktif. Organisasi perlu meluangkan waktu yang diperlukan untuk merencanakan, melakukan, memeriksa dan bertindak untuk menerapkan sistem yang akan meningkatkan produk, layanan dan proses mereka.

  1. Tidak memiliki auditor internal yang terlatih dan berpengalaman

Dalam banyak kasus, auditor internal tidak memiliki pelatihan dan pengalaman yang diperlukan untuk membedakan detail kecil dari masalah besar dalam QMS. Auditor harus fokus pada isu-isu yang akan membantu organisasi meningkatkan proses dan sistem itu sendiri.

  1. Percaya bahwa apa yang berhasil untuk satu organisasi akan berhasil untuk organisasi mereka.

Setiap organisasi berbeda dan apa yang mungkin berhasil untuk satu organisasi, mungkin tidak akan berhasil untuk organisasi lain. Organisasi perlu fokus pada konteks spesifik mereka untuk membangun dan mengembangkan sistem manajemen mereka di sekitarnya.

  1. Membebankan tanggung jawab QMS kepada satu orang

Organisasi perlu memasukkan kualitas dalam pekerjaan dan kegiatan mereka. Bimbingan dan pelatihan diperlukan, tetapi jika kualitas tidak dilakukan setiap hari dalam setiap proses, maka sistem tidak akan pernah memberikan nilai tambah bagi organisasi. Ketahui juga bagaimana menerapkan prinsip ISO 9001 dalam industri konstruksi

Tips Meminimalisir Kesalahan Implementasi ISO 9001

Untuk dapat meminimalisir kesalahan umum saat implementasi ISO 9001, berikut sejumlah tips penting yang bisa Anda lakukan 

  1. Meningkatkan pemahaman tentang ISO 9001
  2. Melakukan gap analysis
  3. Merencanakan implementasi dengan matang
  4. Melibatkan seluruh karyawan
  5. Melakukan penyusunan dokumen dan proses
  6. Melakukan monitoring saat implementasi dilakukan
  7. Melakukan evaluasi dan perbaikan

Segera dapatkan Promo Terbaik Kami!

+62 877 7167 8813
Kirim Email

Tags:

implementasi iso 9001implementasi iso 9001 2015kendala penerapan sistem manajemen mutupenerapan iso 9001sistem manajemen mutu adalah
8 Dasar Hukum dan Kebijakan Sistem Manajemen Lingkungan
Pentingnya Sistem Pengendalian Manajemen Bagi Perusahaan

Recent Posts

  • Apa Itu SBU Konstruksi dan Mengapa Wajib Dimiliki oleh Perusahaan?
  • Strategi Meningkatkan Kredibilitas Perusahaan Konstruksi dengan Sertifikasi ISO
  • Mengapa Audit Internal Menjadi Kewajiban dalam Standar ISO? Ini Penjelasannya!
  • Tantangan Umum dalam Implementasi ISO 9001 dan Cara Mengatasinya
  • Strategi Continuous Improvement dalam Efisiensi Operasional Perusahaan

Recent Comments

No comments to show.

Recent Posts

  • Apa Itu SBU Konstruksi dan Mengapa Wajib Dimiliki oleh Perusahaan?
  • Strategi Meningkatkan Kredibilitas Perusahaan Konstruksi dengan Sertifikasi ISO
  • Mengapa Audit Internal Menjadi Kewajiban dalam Standar ISO? Ini Penjelasannya!
  • Tantangan Umum dalam Implementasi ISO 9001 dan Cara Mengatasinya
  • Strategi Continuous Improvement dalam Efisiensi Operasional Perusahaan

Recent Comments

No comments to show.

Category

  • Analisis SWOT (1)
  • Blog (6)
  • BUJK (2)
  • Infrastruktur hijau (1)
  • Internal audit ISO (1)
  • ISO 14001 (6)
  • ISO 22301 (1)
  • ISO 37001 (4)
  • ISO 45001 (7)
  • ISO 9001 (9)
  • Jasa Pendirian PT (1)
  • K3 (1)
  • Kaizen (1)
  • kebijakan keuangan 2025 (1)
  • Kontrak EPC (1)
  • Lean construction (1)
  • Manajemen Proyek (8)
  • Manajemen tenaga kerja (1)
  • Pencemaran lingkungan (1)
  • Pendirian PT (1)
  • Pengadaan Barang dan Jasa (1)
  • Pengembangan Karyawan (1)
  • Pengendalian Manajemen (1)
  • pengurusan sbu (3)
  • Perizinan konstruksi (2)
  • PP No.14 Tahun 2021 (1)
  • Regulasi K3 (1)
  • SBU Konstruksi (26)
  • Sertifikasi ISO (5)
  • SKK Konstruksi (3)
  • SKTTK (1)
  • Standar ISO (6)
  • Strategi Manajemen Aset (1)
  • Tender Proyek (2)
  • Uji Kelayakan Hidup (1)
  • UU Cipta Kerja (1)

Tags

apa itu iso 14001 apa itu sbu konstruksi Apa itu sertifikat badan usaha jasa konstruksi? Apa itu SKK level 7? Apa jenis kontrak yang paling umum digunakan dalam proyek? Apa peran K3 dalam bidang jasa konstruksi? Apa saja empat jenis kontrak? Apa saja jenis proyek konstruksi? Bagaimana ISO 37001 membantu organisasi dalam mengatasi penyuapan? contoh sertifikat badan usaha jasa konstruksi​ implementasi iso 9001 industri konstruksi industri konstruksi indonesia iso 9001 jasa konstruksi jasa konstruksi adalah jenis sertifikat badan usaha jasa konstruksi kebijakan keuangan 2025 kebijakan pemerintah indonesia kontrak proyek konstruksi manajemen proyek manajemen proyek konstruksi manfaat iso 14001 meningkatkan efisiensi operasional proyek pembangunan infrastruktur hijau penerapan iso 14001 di perusahaan pengertian kontraktor pengurusan sbu peran regulasi k3 perkembangan industri jasa konstruksi di indonesia perusahaan konstruksi proyek konstruksi Regulasi apa yang mengatur K3? sbu jasa konstruksi sektor konstruksi sertifikasi iso sertifikat badan usaha sertifikat kompetensi kerja sistem k3 sistem manajemen anti penyuapan sistem manajemen lingkungan iso 14001 skk jenjang 7 skk konstruksi standar keselamatan kerja tujuan manajemen proyek

Kontak Kami

Jl. Moh. Kahfi 1 No.27F Kel. Cipedak Kec. Jagakarsa Kota Administrasi Jakarta Selatan – DKI Jakarta 12630.

  • +62 877 7167 8813
  • marketing@konsultankatigaindonesia.com

Layanan Kami

  • Jasa Pengurusan SKK
  • Jasa Pengurusan SBU
  • Jasa Pengurusan SKTTK
  • Jasa Pengurusan SBUJPTL

Kantor Kami

© 2022 PT. Konsultan Katiga Indonesia

dustra