• 0877 7167 8813
dustra
  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Layanan Kami
    • Perizinan Konstruksi
      • Jasa Pengurusan SKK
      • Jasa Pengurusan SBU
    • Perizinan Ketenagalistrikan
      • Jasa Pengurusan SKTTK
      • Jasa Pengurusan SBUJPTL
    • Sertifikasi Sistem Manajemen
      • Jasa Sertifikasi ISO 9001:2015
      • Jasa Sertifikasi ISO 14001:2015
      • Jasa Sertifikasi ISO 45001:2018
      • Jasa Sertifikasi ISO 37001:2016
    • Legal Perusahaan
      • Jasa Pendirian PT
      • Jasa Pengurusan NIB
  • Artikel
  • Kontak Kami

7 Tahapan Identifikasi Risiko dan Peluang ISO 9001

  • Beranda
  • 7 Tahapan Identifikasi Risiko dan Peluang ISO 9001
7 tahapan identifikasi risiko dan peluang iso 9001
  • January 30, 2024
  • Admin

ISO 9001 secara spesifik memberikan pedoman untuk sistem manajemen mutu. Standar ini bertujuan untuk membantu perusahaan dari semua ukuran dan sektor untuk meningkatkan kinerja, memenuhi harapan pelanggan, dan menunjukkan komitmen perusahaan terhadap kualitas. ISO 9001 mempunyai kerangka kerja untuk menetapkan, menerapkan, memelihara, dan terus meningkatkan sistem manajemen mutu. 

Dengan menerapkan ISO 9001 menunjukkan bahwa perusahaan telah menerapkan proses yang efektif dan mempunyai karyawan yang terlatih untuk memberikan produk atau layanan dengan kualitas terbaik. Selain membantu untuk meningkatkan kualitas produk maupun jasa yang dihasilkan, ISO 9001 juga memberikan tindakan yang ditujukan untuk risiko dan peluang yang terdapat dalam klausul 6.1.

Baca juga : 8 Cara Mencapai Peningkatan Berkelanjutan dengan ISO 14001

Cara ISO 9001 menggunakan Pendekatan Berbasis Risiko       

ISO 9001:2015 menetapkan pendekatan sistematis terhadap risiko yang berlaku menyeluruh dalam sistem manajemen mutu. Dalam hal ini penerapan standar ISO 9001 digunakan pendekatan berbasis risiko, sehingga organisasi dapat proaktif mencegah atau mengurangi efek yang tidak diinginkan serta mendorong peningkatan berkelanjutan, termasuk tindakan pencegahannya. Berikut cara ISO 9001 menggunakan pendekatan berbasis risiko melalui persyaratan klausul ISO 9001:2015. 

  1. Konteks organisasi pada klausul 4 menjelaskan bahwa perusahaan diharuskan menentukan proses sistem manajemen mutu dan bagaimana cara untuk mengatasi risiko dan peluangnya.
  2. Kepemimpinan pada klausul 5 menjelaskan bahwa manajemen puncak harus mempunyai komitmen untuk memastikan klausul 4 dapat dipatuhi. 
  3. Perencanaan pada klausul 6 menjelaskan bahwa perusahaan harus mengidentifikasi risiko dan peluang yang terkait dengan kinerja sistem manajemen mutu dan mengambil tindakan yang tepat untuk mengatasinya.
  4. Dukungan pada klausul 7 menjelaskan bahwa perusahaan harus menentukan dan menyediakan sumber daya yang diperlukan untuk menangani risiko yang terjadi.
  5. Operasi pada klausul 8 menjelaskan bahwa perusahaan diharuskan untuk mengelola proses operasionalnya dan menerapkan proses untuk mengatasi risiko dan peluang.
  6. Evaluasi kinerja pada klausul 9 menjelaskan bahwa perusahaan wajib memantau, mengukur, menganalisis dan mengevaluasi risiko dan peluang.
  7. Peningkatan pada klausul 10 menjelaskan bahwa perusahaan harus memperbaiki, mencegah atau mengurangi efek yang tidak diinginkan serta meningkatkan sistem manajemen mutu dengan memperbarui risiko dan peluang.

Baca juga : 3 Persyaratan Utama dalam Mengikuti Tender

7 Tahapan Identifikasi Risiko dan Peluang ISO 9001

Berikut 7 tahapan identifikasi dan peluang ISO 9001.

  1. Identifikasi proses

Identifikasi proses dapat bersumber dari aktivitas perusahaan seperti pelatihan karyawan, pembinaan karyawan, dan meningkatkan kesadaran karyawan tentang sistem manajemen mutu.

  1. Identifikasi risiko

Risiko dapat diidentifikasi berdasarkan kemungkinan atau sesuatu yang pernah terjadi, seperti dalam proses perekrutan calon karyawan terdapat risiko mendapatkan karyawan yang tidak sesuai dengan kualifikasi dan kompetensi yang dibutuhkan perusahaan. 

  1. Identifikasi dampak risiko

Analisis dampak bisa dilakukan jika risiko tersebut benar-benar terjadi, seperti dalam proses rekrutmen karyawan bila perusahaan mendapatkan karyawan yang tidak sesuai dengan kualifikasi dan kompetensi maka akan berdampak pada kinerja perusahaan yang menurun dan akan mengakibatkan komplain dari customer.

  1. Penilaian risiko

Penilaian risiko dibagi menjadi 4 kategori risiko, yaitu: 

  • Rendah: risiko dapat ditoleransi dan ditinjau setiap tahun.
  • Sedang: risiko dapat ditoleransi jika tindakan pencegahan telah diterapkan.
  • Tinggi: risiko tidak dapat ditoleransi dan ditinjau kembali minimal 3 bulan sekali.
  • Kritikal: Risiko tidak dapat ditoleransi dan evaluasi ditinjau setiap bulan.
  1. Identifikasi peluang

Hasil dari identifikasi analisis peluang ini dapat menjadi pertimbangan bagi perusahaan dalam menentukan apakah proses tetap dijalankan dengan risiko yang ada atau tidak.

  1. Tindak lanjut

Tahapan ini bertujuan untuk menentukan tindak lanjut agar risiko dapat efektif dikendalikan.

  1. Evaluasi secara berkala

Evaluasi perlu dilakukan secara berkala pada setiap bulan, 3 bulan, 6 bulan, maupun tahunan.

Baca juga : Badan Usaha Jasa Konstruksi (BUJK) Nasional

PT. Konsultan Katiga Indonesia merupakan perusahaan Konsultan khusus dibidang K3, tetapi seiring perkembangannya kami tidak hanya melayani dalam bidang K3 saja tetapi layanan lainnya seperti pengurusan SKK (Sertifikat Kompetensi Kerja), KTA (Kartu Tanda Anggota) Asosiasi, SBU (Sertifikasi Badan Usaha), pengurusan SKTTK (Sertifikasi Kompetensi Tenaga Teknik Kelistrikan), SBUJPTL (Sertifikasi Badan Usaha Jasa Penunjang Tenaga Listrik) maupun SIUJPTL (Sertifikasi Izin Usaha Jasa Penunjang Tenaga Listrik), dan sertifikasi sistem manajemen seperti ISO 9001, ISO 14001, ISO 45001 dan ISO 37001.

Semua kegiatan kami akan dilakukan oleh tenaga ahli yang profesional dan kompeten dibidangnya, kami juga berkomitmen dalam memberikan pelayanan terbaik dan efektif untuk membantu organisasi mencapai tujuan bisnis yang diinginkan.

Segera dapatkan Promo Terbaik Kami!

+62 877 7167 8813
Kirim Email

Tags:

4 kategori risiko7 tahapan identifikasi risiko dan peluang iso 9001contoh identifikasi risiko dan peluangklausul iso 9001:2015risiko dan peluang iso 9001
8 Cara Mencapai Peningkatan Berkelanjutan dengan ISO 14001
9 Langkah Penerapan Sistem Manajemen Lingkungan yang Efektif

Recent Posts

  • Apa Itu SBU Konstruksi dan Mengapa Wajib Dimiliki oleh Perusahaan?
  • Strategi Meningkatkan Kredibilitas Perusahaan Konstruksi dengan Sertifikasi ISO
  • Mengapa Audit Internal Menjadi Kewajiban dalam Standar ISO? Ini Penjelasannya!
  • Tantangan Umum dalam Implementasi ISO 9001 dan Cara Mengatasinya
  • Strategi Continuous Improvement dalam Efisiensi Operasional Perusahaan

Recent Comments

No comments to show.

Recent Posts

  • Apa Itu SBU Konstruksi dan Mengapa Wajib Dimiliki oleh Perusahaan?
  • Strategi Meningkatkan Kredibilitas Perusahaan Konstruksi dengan Sertifikasi ISO
  • Mengapa Audit Internal Menjadi Kewajiban dalam Standar ISO? Ini Penjelasannya!
  • Tantangan Umum dalam Implementasi ISO 9001 dan Cara Mengatasinya
  • Strategi Continuous Improvement dalam Efisiensi Operasional Perusahaan

Recent Comments

No comments to show.

Category

  • Analisis SWOT (1)
  • Blog (6)
  • BUJK (2)
  • Infrastruktur hijau (1)
  • Internal audit ISO (1)
  • ISO 14001 (6)
  • ISO 22301 (1)
  • ISO 37001 (4)
  • ISO 45001 (7)
  • ISO 9001 (9)
  • Jasa Pendirian PT (1)
  • K3 (1)
  • Kaizen (1)
  • kebijakan keuangan 2025 (1)
  • Kontrak EPC (1)
  • Lean construction (1)
  • Manajemen Proyek (8)
  • Manajemen tenaga kerja (1)
  • Pencemaran lingkungan (1)
  • Pendirian PT (1)
  • Pengadaan Barang dan Jasa (1)
  • Pengembangan Karyawan (1)
  • Pengendalian Manajemen (1)
  • pengurusan sbu (3)
  • Perizinan konstruksi (2)
  • PP No.14 Tahun 2021 (1)
  • Regulasi K3 (1)
  • SBU Konstruksi (26)
  • Sertifikasi ISO (5)
  • SKK Konstruksi (3)
  • SKTTK (1)
  • Standar ISO (6)
  • Strategi Manajemen Aset (1)
  • Tender Proyek (2)
  • Uji Kelayakan Hidup (1)
  • UU Cipta Kerja (1)

Tags

apa itu iso 14001 apa itu sbu konstruksi Apa itu sertifikat badan usaha jasa konstruksi? Apa itu SKK level 7? Apa jenis kontrak yang paling umum digunakan dalam proyek? Apa peran K3 dalam bidang jasa konstruksi? Apa saja empat jenis kontrak? Apa saja jenis proyek konstruksi? Bagaimana ISO 37001 membantu organisasi dalam mengatasi penyuapan? contoh sertifikat badan usaha jasa konstruksi​ implementasi iso 9001 industri konstruksi industri konstruksi indonesia iso 9001 jasa konstruksi jasa konstruksi adalah jenis sertifikat badan usaha jasa konstruksi kebijakan keuangan 2025 kebijakan pemerintah indonesia kontrak proyek konstruksi manajemen proyek manajemen proyek konstruksi manfaat iso 14001 meningkatkan efisiensi operasional proyek pembangunan infrastruktur hijau penerapan iso 14001 di perusahaan pengertian kontraktor pengurusan sbu peran regulasi k3 perkembangan industri jasa konstruksi di indonesia perusahaan konstruksi proyek konstruksi Regulasi apa yang mengatur K3? sbu jasa konstruksi sektor konstruksi sertifikasi iso sertifikat badan usaha sertifikat kompetensi kerja sistem k3 sistem manajemen anti penyuapan sistem manajemen lingkungan iso 14001 skk jenjang 7 skk konstruksi standar keselamatan kerja tujuan manajemen proyek

Kontak Kami

Jl. Moh. Kahfi 1 No.27F Kel. Cipedak Kec. Jagakarsa Kota Administrasi Jakarta Selatan – DKI Jakarta 12630.

  • +62 877 7167 8813
  • marketing@konsultankatigaindonesia.com

Layanan Kami

  • Jasa Pengurusan SKK
  • Jasa Pengurusan SBU
  • Jasa Pengurusan SKTTK
  • Jasa Pengurusan SBUJPTL

Kantor Kami

© 2022 PT. Konsultan Katiga Indonesia

dustra